Monday, April 1, 2019

Seputar Bisnis: Transformasi Olahan Mie dari Waktu ke Waktu

Source: Doktersehat dot com

Paraf Informasi - Mie hadir sebagai salah satu makanan yang digemari banyak orang. Berasal dari Benua Asia, kudapan satu ini sekarang telah hadir dengan berbagai macam varian yang membuat konsumen tak bosan saat mengonsumsinya. Faktanya, mie telah menempuh perjalanan panjang.

Bentuk mie menyerupai adonan tipis dan panjang yang digulung, dikeringkan, lalu dimasak dalam air mendidih. Istilah tersebut juga merujuk pada mi kering yang mesti dimasak kembali dengan dicelupkan dalam air. Hal tersebut bergantung pada kreativitas sang pembuat.

Kudapan mie yang lezat, tak pelak menyimpan sejarah kelam atas perebutan beberapa bangsa. Orang Italia, Tionghoa dan Arab mengklaim bahwa mie berasal dari negara mereka. Meski begitu, fakta tertulis menyebutkan bahwa bangsa Tiongkok adalah pencetu mie pertama kali.

Tulisan tertua tentang mie berasal dari Dinasti Han Timur antara tahun 25 hingga 220 Masehi. Tak sebatas literatur, mie tertua berusia kurang lebih 4000 tahun konon ditemukan di Qinghai, Tiongkok pada Oktober 2005 silam. Hal tersebut semakin menguatkan sejarah mie.

Walau berebut hak cipta, namun setiap mie di negara berbeda memiliki komposisi yang tak sama. Benua Eropa misalnya, membaut mie dengan bahan baku dari jenis-jenis gandum. Sementara itu, Asia lebih bervariasi dengan bentuk hampir selalu memanjang.

Perkembangan Mie Berdasarkan Zaman dari Segi Olahan
Sajian olahan mie semakin berkembang sesuai dengan melajunya zaman. Hal itu terjadi karena campuran bahan, asal-usul tepung sebagai bahan baku, serta teknik pengolahan yang berbeda. Maka dari itu, cita rasa mie tidak dapat disamakan antara wilayah satu dengan lainnya.

Awalnya, mie dibuat secara tradisional menggunakan tangan. Namun seiring berjalannya waktu, mesin pembuat mie mekanik pun muncul apada abad ke-19 dan menjadi cikal bakal mesin pembuat mie masal. Sekarang, Anda dapat mengolah mie sebebas mungkin.

Sajian mie memag hadir dengan berbagai macam jenis dan rasa berbeda. Namun tetap, ada tiga olahan mentah yang sering kita temukan di pasaran antara lain:
- Mie kering
- Mie basah
- Mie Instan

Pertama, mie kering dibuat dengan sajian mentah garing dan biasanya menggunakan bahan pengawet. Didominasi oleh kandungan telur, tepung terigu serta air rendah, proses pengolahan mie kering dikeringkan dengan oven atau dijemur hingga kering sebelum dipasarkan.

Lalu ada mie basah yang sesuai dengan namanya, dijual dalam kondisi basah. Tampak matang, namun sebenarnya mie basah masih belum matang alias butuh dimasak. Kandungan air mie basah cukup tinggi dan cepat basi, sehingga Anda tidak boleh mendiamkan dalam waktu lama.

Kemudian terakhir ada mie instan, olahan mie paling mudah, praktis serta populer yang disinyalir telah memenuhi kebutuhan masyarakat setiap hari—khususnya orang Indonesia. Mirip dengan mie kering, mie instan disukai banyak orang karena dapat diolah dalam waktu lama.

Model Bisnis Usaha Mie Masa Kini
Tak sedikit pebisnis kuliner yang bermain di ranah mie dan menuai kesuksesan berkat inovasi out of the box. Tak jauh beda dengan zaman dahulu, bisnis mie biasa dimulai dari kedai kecil hingga akhirnya membesar dan membuka cabang di mana-mana.

Masih banyak bisnis mie yang bertahan di satu cabang demi menjaga orisinalitas rasa. Selain itu, pedagang berbasis gerobak terus bertahan agar mudah dijangkau orang dari satu pintu ke pintu lain. Zaman terus berkembang, inovasi terus terjadi dan mampu memenuhi kebutuhan khalayak.

Sekarang, ragam inovasi telah sampai pada olahan mie modern yang diberi bumbu kekinian dan bentuk unik. Anda yang menyukai jenis kuliner satu ini, tentu merasa terpenuhi dari segi kebutuhan hasrat. Atau, ada yang tertarik untuk menjalankan bisnis tersebut? Selamat mencoba!


EmoticonEmoticon