Cara Aman Mencukur Bulu Kemaluan Agar Terhindar dari Iritasi

Source: Orami

Paraf Informasi - Bulu adalah rambut yang tumbuh dari folikel di dalam kulit. Sesuai dengan posisinya, bulu kemaluan bisa diartikan sebagai rambut yang tumbuh di sekitar area genital. Pertumbuhan bulu kemaluan menjadi salah satu penanda masuknya seseorang pada masa pubertas.

Beberapa membiarkan bulu kemaluan tetap panjang atau dicukur sedikit, sementara sisanya membabat habis. Sebenarnya, kedua pilihan tersebut sama saja. Meski begitu, sejumlah fakta menyebutkan bahwa ada manfaat dari mencukur bulu kemaluan, yakni:
  • Mencegah bersarangnya tungau atau kutu kelamin (jenis Phthirus pubis).
  • Mencegah bau tidak sedap karena partikel kotoran dan sel-sel kulit mati mudah dibersihkan.
  • Dari sisi seksual dapat memberikan penampilan yang rapi dan bersih, sehingga mampu meningkatkan gairah dalam berhubungan intim
Saat mencukur, umumnya hal tersebut dilakukan secara melintang dari bagian batang bulu. Sehingga, saat tumbuh kembali, yang akan terlihat lebih dahulu adalah bagian batang bulu yang lebih tebal itu. Cara demikian terbilang sering dilakukan dan populer.

Cukur atau tidak dicukur, hal paling penting yang mesti Anda pikirkan adalah bagaimana caranya menjaga kebersihan area genital sehari-hari. Namun, tak sedikit yang mencoba mencukur tapi caranya salah, sehingga timbul iritasi dengan ciri khas seperti gatal-gatal.

Kiat Sehat Mencukur Bulu Kemaluan dengan Benar
Tidak ada masalah dengan mencukur rambut kemaluan atau tidak. Yang perlu diperhatikan adalah agar menjaganya tetap bersih. Daerah kemaluan yang berambut dan tidak dicukur memang rentan untuk menjadi tempat pertumbuhan bakteri. Namun, jika dijaga kebersihannya, maka baik dicukur maupun tidak maka daerah kemaluan akan tetap sehat.

Sebenarnya, bulu kemaluan turut berfungsi untuk menjaga agar area genital terlindungi dari gesekan yang dapat membuat iritasi dan menjaga supaya tetap lembab. Bila Anda ingin mencukurnya, maka pastikan cara yang dilakukan baik dan tidak sampai membuat kulit luka.

Gunakanlah alat cukur yang bersih dan mencukur sesuai dengan arah pertumbuhan rambut ke arah bawah. Pastikan bahwa Anda melakukan secara perlahan, tidak terlalu cepat dan kasar. Selebihnya, Anda dapat mengikuti kiat sehat dan tepat sebagai berikut:

- Mencukur Sambil Berdiri
Para peneliti menyebut bahwa cedera dan luka akibat pemangkasan rambut membutuhkan perawatan medis. Tak sedikit pula orang yang mencukur sambil berbaring atau duduk. Mulai sekarang, biasakan cukur sambil berdiri agar membantu Anda melihat proses pemotongan 

- Lakukan oleh Diri Sendiri
Data menunjukkan bahwa lebih banyak cedera terjadi ketika pemotongan bulu kemaluan dilakukan secara berdua, misalnya antara pasangan suami dan istri. Diperkirakan ini terjadi karena pasangan Anda tidak dapat merasakan apa yang sedang terjadi. Sebaiknya, cukurlah bulu kemaluan sendiri agar mampu mengira-ngira.

- Gunakan Produk Hair Removal Hanya untuk Sendiri
Mencukur, waxing, dan metode hair removal lainnya menyebabkan robekan kecil pada kulit Anda. Meski tak dapat dilihat secara kasat mata, namun luka apapun bakal selalu cukup besar untuk bakteri, virus, serta mikroorganisme lainnya untuk masuk ke dalam tubuh.

- Pastikan Pisau Cukur Bersih
Menggunakan pisau cukur yang bersih dan fokus 100 persen pada apa yang Anda lakukan, dapat membantu mengurangi cedera. Teknik yang tepat juga penting. Sudah banyak ahli medis yang menyarankan upaya  ini demi proses pencukuran yang lebih sehat.

- Lembabkan Setelah Dicukur
Pelembab dapat membantu mengurangi kekeringan yang sering terjadi setelah bercukur. Saat menggunakan pelembab, gunakan yang bebas pewangi dan tidak akan menyebabkan jerawat. Hal tersebut mampu mengurangi kemungkinan pelembab akan mengiritasi kulit Anda.

***

Saatnya mencukur bulu kemaluan dengan sehat, tanpa harus terkena iritasi dan gejala-gejala terkait. Bila mengalami gangguan tertentu pada kulit, segera hubungi dokter guna mendapatkan penangganan lebih lanjut.

0 Response to "Cara Aman Mencukur Bulu Kemaluan Agar Terhindar dari Iritasi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel