Wednesday, January 9, 2019

5 Hal Yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli Mainan Bayi


Paraf Informasi - Sebagaimana orang remaja dan dewasa, bayi pun memiliki kejenuhan. Biasanya saat bayi jenuh dan bosan, dia akan lebih rewel dan sensitif. Agar si kecil tetap tenang, orang tua harus bisa memberikan alternatif dan cara guna si kecil tetap tenang. Salah satunya dengan memberikannya mainan.

Mainan bayi umumnya merupakan solusi pertama yang dilirik orang tua agar si kecil tidak mengalami kejenuhan. Sebenarnya, ada mainan alami yang pas untuk bayi, yaitu wajah dan tubuh orang tuanya sendiri. Orang tua bisa membuat ekspresi wajah atau beragam bentuk menarik dengan tangan guna menarik perhatian si kecil.

Namun tidak bisa dipungkiri, energi orang tua terbatas. Meskipun asyik, jika terlalu lama orang tua pun akan kelelahan. Saat itulah mainan bayi dibutuhkan. Tapi yang perlu diingat, mainan bukan untuk menggantikan orang tua ya, hanya sebagai pengalihan saja. Dan si kecil harus tetap dalam pengawasan kala ia bermain mainan.

Pembaca yang budiman, berkaitan dengan mainan bayi, kita tidak boleh memilih dan membeli sembarangan ya! Singkatnya, mainan yang tepat akan membuat si kecil lebih riang, aman, juga nyaman. Nah, berikut ini 5 tips yang harus diperhatikan sebelum membeli mainan untuk bayi.

1. Bersifat Edukatif
Para pakar anak menyebutkan, bahwa mainan turut mempengaruhi kecerdasan bayi di masa yang akan datang. Maka, sebaiknya kita memilih dengan cermat mainan yang tak sekedar menyenangkan tetapi juga mengedukasi si kecil. Salah satunya mainan susun atau puzzel.

Banyak yang menganggap puzzel adalah mainan anak yang sudah besar. Memang benar. Tapi, sejatinya kita tetap bisa mengenalkan dan melatihnya sedari bayi. Selagi si kecil sudah bisa mengamati dan memegang, maka puzzel sudah bisa diajarkan sedini mungkin dengan harapan meningkatkan kecerdasan si kecil.

2. Warna mencolok
Pembaca yang budiman, bayi cenderung fokus utamanya ada di visual. Perhatiannya masih berdasarkan apa yang dilihat oleh indera penglihatan. Hal ini bisa kita manfaatkan, guna menarik perhatian si kecil, kita bisa memilihkan mainan dengan warna yang terang atau mencolok.

Namun hal yang perlu dipastikan adalah warna pada mainan tersebut tidak mudah luntur. Kebanyakan bayi orientasinya suka menghisap atau memasukkan benda ke mulut. Jangan sampai warna mainan yang kita beri mudah luntur karena itu bisa membahayakan si kecil.

3. Bahan berkualitas
Dalam memilih mainan untuk si kecil, kita perlu memastikan mainan tersebut dibuat dari bahan yang berkualitas. Tentu saja kualitas bahan akan berpengaruh terhadap daya tahan mainan. Seperti yang kita ketahui, si kecil juga sering memukul-mukulkan mainan.
loading...

4. Komponen yang tidak berbahaya
Ayah dan bunda, jauhkan si kecil dari mainan yang memiliki komponen seperti kancing, kawat, atau apapun yang berbentuk partikel kecil dan mudah lepas. Boneka salah satunya. Seperti yang saya bilang sebelumnya, si kecil cenderung suka memasukkan apapun ke mulutnya. Mainan yang memiliki komponen dan unsur tersebut akan sangat berbahaya bagi si kecil.

Bayangkan saja jika kancing atau bola mata pada boneka tertelan si kecil. Pastinya kejadian semacam itu tidak kita harapkan. Maka, sebaiknya kita hindarkan dan jauhkan si kecil dari mainan-mainan kurang aman.

5. Dapat mengeluarkan Bunyian
Selain visual, si kecil juga cenderung tertarik dengan benda-benda yang mengeluarkan bebunyian. Nah, bisa menjadi alternatif bagi kita untuk memilihkan mainan yang bisa mengeluarkan suara atau bebunyian. Namun tetap perlu diperhatikan bebunyian apa yang dikeluarkan dan seberapa keras bunyiannya agar si kecil tetap nyaman.

Itulah beberapa tips dalam memilihkan mainan bayi yang aman, nyaman, dan juga mengedukasi si kecil. Mari kita menjadi orang tua yang bijak dalam memilihkan apapun untuk buah hati kita. Semoga bermanfaat.


EmoticonEmoticon