Monday, August 13, 2018

Mengatasi Alergi Protein Susu Pada Anak


Paraf Informasi - Alergi merupakan suatu reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap sesuatu yang dianggap membahayakan meski sebenarnya tidak berbahaya. Salah satu alergi alergi yang sering muncul pada anak anak dan balita adalah alergi protein susu. Susu merupakan salah satu kebutuhan yang umum bagi balita atau anak anak. Namun nyatanya tak semua anak bisa mengkonsumsi susu dengan leluasa. Bebarapa anak akan memiliki reaksi yang berbeda setelah mengkonsumsi susu. Alergi susu di masa pertumbuhan anak memang sedikit banyak bisa membuat ibu kebingungan. Anak anak begitu membutuhkan asupan nutrisi yang cukup salah satunya berasal dari susu. Oleh karenanya ibu harus mencari alternatif  lain pengganti susu.

Alergi protein susu yang sringkali terjadi adalah alergi terhadap susu sapi. Pada dasarnya alergi susu sapi tidak terlalu berbahaya dan merupakan masalah umum yang seringkali terjadi pada kesehatan bayi. Namun alergi susu sapi dapat menjadi bahanya apabila sudah menyebabkan kondisi anafilaksis. Kondisi seperti ini bahkan bisa menyebabkan kematian pada bayi atau anak disebabkan berhentinya aliran  nafas dalam tubuh bayi pada paru paru dan detak jantung bayi berhenti secara tiba tiba. Gejala anafilaksis secara umum dapat dilihat sebagai ruam yang ada pada tubuh, sulit bernafas, bayi menjadi rewel, kolik pada bayi, dan bengkaknya tenggorokan bayi. Biasanya kondisi anafilaksis terjadi sangat cepat hanya sekitar beberapa detik atau menit setelah reaksi alergi susu sapi muncul pada bayi.

Mengatasi alergi pada bayi harus dilakukan secara tepat, karena jika tidak ada tindakan yang tepat maka dapat mempengaruhi organ tubuh dan tumbuh kembang anak atau bayi. Memang pada umumnya alergi susu akan dialami oleh bayi pada umur 18 bulan. Protein susu yang seringkali menyebabkan alergi pada bayi adalah protein susu sapi atau susu kedelai. Lalu, bagaimana cara mengatasi alergi protein susu pada bayi  atau anak? 

  1. Hilangkan semua produk makanan yang mengandung susu sapi untuk bayi
    Ketika anda telah mendapatkan diagnosis dokter bahwa bayi anda memiliki alergi terhadap protein susu sapi, maka jangan sekalipun pernah anda berikan produk makanan maupun minuman bayi yang mengandung protein susu sapi. Tidak hanya makanan dan minuman tapi juga susu formula yang mengandung susu sapi. Anda harus jeli dan memperhatikan label makanan dan segera mengenali makanan atau minuman jika mengandung produk susu sapi. Anda bisa menggantikan makanan yang mengandung protein susu dengan makanan lain yang tentunya memiliki nutrisi yang sama dengan protein susu
  2. Cari produk pengganti susu
    Beberapa ibu memang tidak bisa memberikan ASI karena alasan atau kondisi tertentu. mengganti ASI dengan susu formula adalah alternatif yang bisa dilakukakn. Penting untuk diketahui, carilah susu formula yang menggunakan susu sapi. Jangan menggunakan susu kedelai pda bayi yang berumur kuang dari 6 bulan. Susu kedelai dan produk kacang-kacangan mengandung fitoestrogen yang dapat mengakibatkan reaksi alergi berlebihan pada bayi. Pastikan pula anak tidak alergi susu sapi
  3. Memberikan susu formula ektensif dihidrolisis (susu formula hidrolisat)
    Jika bayi tidak bisa menerima ASI dan susu formula atau ibu tidak bisa memberikan ASI, coba berikan susu formula ektensif hidrolisat. Jenis protein pada susu ini bisa dengan mudah diterima oleh bayi karena proses pemecahan yang lebih mudah. Tak hanya itu itu sistem kekebalan tubuh bayi bisa menerima susu dengan baik karena tidak membaca protein susu sebagai bahan allergen dalam tubuh.
  4. Tidak mengonsumsi produksi susu sapi pada ibu yang menyusui
    Tidak hanya si kecil yang tidak boleh mengonsumsi makanan mengandung susu sapi, tapi juga ibu yang tengah memberikan ASI eksklusif pada bayi. Lewat mekanisme yang terjadi dalam tubuh, bisa jadi kandungan ASI yang diberikan ibu juga mengandung susu sapi akibat makanan yang sebelumnya dikkonsumsi ibu. Maka, ibu harus menghindari makanan olahan dengan susu sapi dan fokus untuk berikan ASI eksklusif
  5. Berikan ASI
    Beberapa kondisi memang tidak memperbolehkan ibu memberi ASI. Tapi selama itu masih bisa diusahakan kenapa tidak? Daripada anak menderita karena minum susu sapi, lebih baik ibu berusaha untuk memberi ASI. Dalam dunia medis meyakini bahwa, ASI merupakan  makanan yang paling baik bagi bayi. Kandungan nutrisi didalmnya sangat lengkap dan takarannya pas. ASI adalah nutrisi sempurna yang mengandung protein, serat, dan lemak yang mudah dicerna bayi. Bahkan memberikan ASI sejak awal kelahiran dapat mencegah terjadinya alergi susu sapi pada bayi di kemudian hari.
  6. Berikan susu berbasis asam amino
    Mintalah resep dokter untuk memberikan susu dengan basis asam amino ketika bayi mengalami alergi susu sapi. Produk susu yang mengandung asam amino akan mudah diterima tubuh bayi dan mencukupi keseimbangan nutrisinya. Anda dapat meminta saran  dokter yang merawat anak anda.


EmoticonEmoticon