Friday, March 2, 2018

Pendekatan Bentang Alam oleh APRIL Pulp Untuk Melindungi Hutan Gambut


Paraf Informasi - Grup APRIL merupakan grup perusahaan yang didirikan oleh pengusaha hebat Sukanto Tanoto. Perusahaan yang bergerak di bidang pengelolahan pulp dan produksi kertas ini merupakan salah satu perusahaan penghasil kertas yang terbesar di dunia. Produk yang terkenal dari APRIL Grup adalah Paper OneTM yang sudah dikenal masyarakat internasional akan kualitas kertasnya. Kertas yang dihasilkan oleh Grup APRIL adalah berasal dari Indonesia. Dengan memanfaatkan kekayaan sumber daya alam di hutan tanaman industri,  Indonesia. APRIL Grup mengelolah kayu menjadi kertas yang berguna untuk masyarakat. Sekalipun demikian, APRIL Pulp tetap menjaga kelestarian hutan Indonesia dari berbagai ancaman bencana, seperti kebakaran hutan dan penggundulan hutan. APRIL Indonesia bahkan menginisiasi beberapa program yang digunakan untuk mencegah kebakaran hutan dan menerapkan penanaman kembali hutan agar regenerasi hutan terjaga.  

Hutan Indonesia yang berada di Semenanjung Kampar didominasi oleh jenis hutan gambut. Hutan gambut merupakan hutan dengan jenis pepohonan yang berdaun lebar. Hutan gambut memiliki konstruksi tanah yang basah dengan tingkat asam yang tinggi sehingga wilayah hutan gambut sangat berpotensi mengalami kebakaran hutan. Faktanya Semenanjung Kampar berhadapan dengan berbagai tantangan seperti degradasi akibat pembakaran hutan, pembalakan liar, dan sistem drainase yang berlebih. Melihat keadaan yang demikian, Grup APRIL berusaha melindungi hutan gambut dengan pendekatan bentang alam. Pendekatan bentang alam merupakan upaya konservasi hutan dengan memadukannya dengan upaya pemanfaatan sumber daya alam, pelaksanaan pertanian yang berkelanjutan, produksi hutan, dan konservasi sumber daya alam.  APRIL Grup menyadari bahwa konservasi hutan tidak bisa dilakukan secara terpisah dengan tidak melibatkan manusia, karena ekosistem hutan memerlukan keseimbangan antara konservasi dan pemanfaatannya. Sehingga peran manusia sebagai penjaga kelestarian sekaligus penikmat dari hasil sumber daya alam juga diperlukan. Secara singkat, pendekatan bentang alam merupakan pendekatan dengan memperhatikan batas-batas alam juga mendefinisikan konservasi alam tidak hanya seputar alam saja, tetapi aspek kemanusiaan, pertanian, dan aspek lainnya turut membantu dalam konservasi pendekatan bentang alam ini.

Program APRIL Grup, Restorasi Ekosistem Riau (RER) merupakan salah satu program yang berfokus untuk menjaga kelestarian ekosistem hutan. RER dengan fokus utama konservasi ekosistem ini, memiliki model konservasi dengan 4  fase yaitu melindungi, mengkajii, merestorasi, dan mengelola. Program yang telah berjalan kurang lebih 5 tahun ini ingin mememinimalkan angka perambahan hutan gambut di sekitar wilayah produksi. 

Pada September tahun lalu, Yayasan Tanah Air Beta dan RER sempat mengadakan retret bersama pihak James Cook University untuk mempelajari dan berbagi informasi seputar konservasi hutan dengan pendekatan bentang alam. Tak hanya itu, mereka juga membahas tentang cara pertanian berkelanjutan yang memperhatikan keseimbangan kelestarian hutan dan pemanfaatan alam. Banyak orang sepakat bahwa pendekatan bentang alam sebagai upaya menjaga kelestarian hutan merupakan cara tepat dan efektif dalam konservasi. Pendekatan yang mengutamakan keseimbangan antara alam dan manusia ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan yang terjadi pada hutan gambut Indonesia. Akan tetapi, dibutuhkan banyak partisipasi masyarakat dalam usaha konservasi hutan. Hal ini dikarenakan keseimbangan antara manusia dan alam hanya bisa terjadi apabila masyarakat sekitar hutan turut membantu dalam menyukseskan upaya konservasi ini.


EmoticonEmoticon