Jumat, 03 Februari 2017

Apakah Debat Berpengaruh terhadap Hasil Pilgub DKI 2017?

Salah satu pertanyaan yang mengemuka di publik terkait dengan pelaksanaan pilgub DKI 2017 adalah apakah dengan adanya debat mampu mengubah elektabilitas pasangan calon. Sejumlah lembaga survei mengamini hal ini.

Setidaknya seperti yang dikemukan oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dan Poltracking. Kedua lembaga survei ini mengatakan ada pengaruh antara debat dengan perubahan elektabilitas pasangan calon. Dalam hasil survei yang mereka lakukan terlihat ada korelasi antara perubahan elektabilitas calon seusai dilakukannya debat.

Sejauh ini, debat pilgub DKI 2017 itu sudah berlangsung dua kali, yaitu pada tanggal 13 Januari dan 27 Januari 2017 lalu. Dan dalam hasil debat calon Gubernur DKI Jakarta 2017 terbaru itu tiap lembaga survei memiliki hasil analisisinya masing-masing.

Seperti kata Direktur Riset SMRC Deni Irvani yang menurut hasil survei yang mereka lakukan terungkap kalau pasangan calon nomor 2 dianggap paling baik dari sisi penyampaian gagasan, program kerja, dan paling mengerti persoalan.

Sementara menurut Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yudha, mengatakan dalam hasil surveinya bahwa sebanyak 59,88 persen responden menilai bahwa kualitas performa debat publik berpengaruh terhadap pilihan calon.

Lebih jauh menurut Hanta Yudha disebutkan bahwa sebanyak  81,88 persen responden menilai debat antar pasangan adalah hal penting untuk mengetahui bagaimana kapasitas kandidat yang tampil di pilgub DKI 2017 ini.


Namun masih ada satu kali lagi debat publik pilkada DKI itu. Yaitu yang akan dilaksanakan pada Jumat, 10 Februari 2017. Diberitakan oleh Sindonews, debat ini akan dimoderatori oleh Alfito Deannova.

Bagaimana hasil debat calon Gubernur DKI Jakarta 2017 terbaru?

Tentu kita masih perlu menunggu sampai dilangsungkannya acara debat tersebut. Namun bisa dipastikan setiap kandidat akan berusaha tampil habis-habisan untuk memikat hati publik.

Seperti misalnya yang terjadi pada debat sebelumnya, para kandidat saling adu argumentasi dan gagasan mengenai cara mengelola Jakarta yang lebih baik.

Hal ini tentu hal yang positif. Agar publik bisa menilai bagaimana kemampuan dari masing-masing pasangan calon ini ketika nantinya terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017-2022.

Mengenai tempat debat pilgub DKI ketiga ini masih akan dilangsungkan di tempat yang sama, yaitu di Hotel Bidakara Jakarta.

Mengenai tema debat ketiga di pilgub DKI ini akan membahas mengenai "Kependudukan dan Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat Jakarta". Tema ini cukup menarik. Sebab sebagai daerah yang dihuni oleh jutaan penduduk, persoalan kependudukan dan peningkatan kualitas hidup menjadi persoalan krusial.

Tentu tak mudah bagaimana melayani jutaan penduduk Jakarta. Untuk itu para pasangan calon akan diuji bagaimana cara dan gagasan mereka untuk menangani masalah kependudukan di Jakarta dengan lebih baik.

Debat pilkada DKI ketiga ini akan sangat penting, sebab debat tersebut dilakukan H-5 dari jadwal pencoblosan. Performa maupun penampilan dari para pasangan calon saat debat terakhir ini akan sangat mungkin mempengaruhi keputusan mereka dalam memilih di TPS nanti. Diharapkan juga Alfito sebagai moderator bisa memandu jalannya debat agar bisa berlangsung dengan menarik. Kepiawaian seorang moderator tak dipungkiri cukup berpengaruh. Dan rasanya dengan jam terbang Alfito selama ini, ia akan dapat membawakan acara tersebut dengan baik. 

Lalu siapa yang akan unggul dalam debat pilgub DKI ketiga? Tentu warga DKI Jakarta yang akan menjadi jurinya. Terlepas dari hasil survei yang disodorkan oleh para lembaga survei, pada tanggal 15 Februari nanti, rakyat Jakarta yang akan menentukan siapa yang pantas menjadi gubernur untuk periode lima tahun mendatang.

2 komentar

Bukan debatnya yang penting, tapi amanahnya dalam pemilu yang lebih penting

Luar biasa mbak... Pengabdian masyarakat utama :-bd


EmoticonEmoticon