Selasa, 24 Januari 2017

Panduan Manasik Umroh Lengkap Sesuai Dengan Sunnah

Paraf Informasi – Berangkat ke tanah suci Mekkah guna memenuhi panggilan Allah merupakan harapan setiap umat muslim. Salah panggilan tersebut berupa ibadah Umroh. Ibadah Umrah merupakan salah satu ibadah dengan berbagai keutamaan. Maka wajar ketika ada umat muslim yang menunaikan ibadah Umroh berkali-kali. 

Diantara banyaknya keutamaan ibadah Umroh, salah satu keutamannya adalah sebagai pengahapus dosa. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : العمرةُ إلى العمرةِ كفَّارَةٌ لمَا بينَهمَا ، والحجُّ المبرورُ ليسَ لهُ جزاءٌ إلا الجنَّةُ

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Ibadah umroh ke ibadah umrah berikutnya adalah penggugur (dosa) di antara keduanya, dan haji yang mabrur tiada balasan (bagi pelakunya) melainkan surga”. (HR al-Bukhari dan Muslim).


Begitu utamanya ibadah Umrah ke tanah suci, tentunya menjadi harapan umat muslim akan mabrurnya Umroh yang dilaksanakan. Maka dari itu, diperlukan manasik Umroh yang sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad sebagai bekal sebelum menunaikan ibadah Umroh. Pada dasarnya Umroh memiliki ketentuan, rukun Umroh sebagai ketentuan yang wajib dikerjakan sebagai syarat sah Umroh. Sedangkan wajib Umroh apabila ada yang tidak dikerjakan, maka Umrah tetap sah dengan membayar dam atau denda sebagai gantinya. Lebih lengkap tentang manasik Umroh, simak penjelasan di bawah ini:

1.  Niat Ihram di Miqat
Niat Ihram merupakan niat untuk memulai ibadah Umroh atau Haji. Apabila dalam ibadah Umrah atau Haji tidak melakukan niat ihram, maka ibadahnya tidak sah. Niat ihram dilakukan di suatu tempat antara Makkah dan Madinah. Adapun lafal atau bunyi niat ihram adalah...
اللهم لبيك عمرة
Artinya: “Ya Allah, ku sambut panggilan-Mu untuk melakukan Umroh”

2.  Thawaf
Thawaf merupakan serangkaian ibadah Umroh berupa kegiatan mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali putaran. Thawaf dapat dimulai dengan mencium, menyapu, atau memberi isyarat kepada Hajar Aswad. Selanjutnya, disunnahkan untuk berjalan cepat pada tiga putaran pertama kemudian empat putaran berikutnya dapat dilakukan berjalan seperti biasa. Pada saat Thawaf berlangsung, hendaknya jama’ah memperbanyak doa kepada Allah.

3.  Sa’i
Sa’i merupakan serangkaian ibadah Umroh berupa kegiatan lari-lari kecil antara bukit Shofa dan Marwah sebanyak 7 kali. Kegiatan Sa’i berasal dari kisah kelahiran Nabi Ismail dimana saat Nabi Ismail masih bayi menangis di tengah tandusnya padang pasir karena kehausan. Ibunda Nabi Ismail yakni Siti Hajar saat itu kebingungan mencari air, hingga lari bolak-balik dari Bukit Shofa dan Marwah sebanyak 7 kali. Kejadian ini akhirnya diabadikan dalam sebuah rukun Umroh.

4.  Tahallul
Tahallul secara bahasa artinya dihalalkan, dimana jamaah Umroh sudah bisa melakukan hal-hal yang diharamkan pada saat kegiatan Umrah berlangsung. Tahallul merupakan kegiatan akhir dari ibadah Umrah. Kegiatan penutup tersebut dilakukan Tahallul, yakni memotong rambut minima 3 helai.

Demikian panduan lengkap manasik Umroh. Yang perlu dicatat dan diingat adalah rukun-rukun di atas harus dilakukan secara berututan. Apabila tidak, maka ibadah Umroh tidak sah. Semoga informasi yang kami berikan bermanfaat bagi semua, khususnya umat muslim yang hendak menunaikan ibadah Umroh. 

2 komentar


EmoticonEmoticon