Melirik Alam Indonesia dari Puncak Arjuno

Paraf Informasi - Hallo sobat, kembali lagi Paraf Informasi ingin berbagi info menarik untuk sobat semua. Kali ini, Paraf Informasi akan berbagi informasi seputar keindahan alam Indonesia yang tak banyak orang ketahui. Pernahkah sobat mendengar pepatah bahwa “Kamu tidak akan melihat indahnya gunung dari bawah, melainkan kamu akan menjumpainya ketika sudah berdiri di puncaknya”. Untuk membuktikan pepatah tersebut, mari kita simak lanjutan di bawah ini.

Keindahan alam Indonesia kali ini datang dari Jawa Timur, tepatnya di perbatasan Kota Batu dan Kota Pasuruan. Gunung Arjuno namanya. Salah satu gunung yang menyimpan keindahan alam yang sangat menakjubkan dengan ketinggian 3339 Mdpl. Di puncaknya tumbuh apa yang disebut dengan ‘Bunga Abadi’, yakni Bunga Edelwais. Karena bunga ini hanya tumbuh di dataran tinggi, maka untuk melihatnya dari dekat, sobat harus berjuang menapaki terjalnya bebatuan gunung untuk sampai di puncaknya.

Gunung Arjuno dari Kejauhan

Selanjutnya saya akan berkisah bagaimana perjalanan yang saya lalui untuk melihat keindahan alam Indonesia dari Puncak Arjuno. Pastikan sobat menghayati setiap kata demi kata yang tersaji di hadapan mata. Bila perlu, sediakan bantal untuk dipeluk.

Saya mengawali perjalanan ini dengan mempersiapkan kebutuhan yang akan digunakan selama pendakian bersama kawan-kawan. Tidak perlu bermewah-mewah, dengan modal seadanya kami melengkapi kebutuhan seperlunya. Adalah Tas Carrier, Tenda, Lampu Senter, Tikar, dan makanan-makanan. Selain kebutuhan tersebut, satu lagi yang perlu disiapkan adalah tekad yang kuat. Kebutuhan sudah terpenuhi, saatnya bagi kami berangkat menuju Cangar.

Cangar merupakan salah satu dari beberapa pos pendakian di Gunung Arjuno. Tak lupa bagi kami untuk melakukan pendaftaran di pos perizinan untuk keselamatan bersama. Pos perizinan di Cangar terbilang kecil, kami menitipkan kendaraan sobat di rumah-rumah warga sembari tergur sapa dengan mereka.

Awal pendakian Gunung Arjuno via Cangar kami melewati perkebunan warga yang cukup luas. Sedikit demi sedikit kaki kami melangkah menuju perbatasan perkebunan dengan hutan di Gunung Arjuno. Sesampainya di perbatasan, kami sedikit istirahat seraya mempersiapkan diri untuk perjalanan yang sesungguhnya.

 Perbatasan Kebun dengan Hutan

Sebelum menapaki terjalnya tanah dan bebatuan gunung, kami berdoa bersama untuk keselamatan dan keamanan kami semua. Tahukah anda sobat, bahwa di awal perjalanan akan terasa sangat letih serasa tak ingin melanjutkan perjalanan. Itulah yang kami rasakan. Namun mengingat keindahan yang akan kami nikmati sesampainya di puncak, semangat kami kembali membara untuk melanjutkan perjalanan hingga puncak.
 Istirahat dulu bro :D

Waktu berlalu, tak terasa kami mulai berhadapan dengan kabut. Canda tawa dalam perjalanan mengurangi rasa letih. Apalagi ketika air yang sebelum pendakian kami isi di ‘Pet Air’ rasanya menyengat dan ada yang resek membawa ‘Gula Aren’ sedikit, yang akhirnya dijadikan rebutan. Ingat ya sobat! Jangan terlalu serius ketika mendaki, bikin cepat letih.
 Menerjang Kabut

Hari sudah mulai gelap, kebetulan kami sudah sampai di tengah-tengah Gunung Kembar. Sejenak kami beristirahat sembari menikmati sunset dengan posisi awan di bawah kami. Setelah dirasa cukup istirahat, kami melanjutkan perjalanan menuju kaki Gunung Arjuno untuk bermalam di di sana. Sekitar 3 jam perjalanan, akhirnya kami sampai di kaki Gunung Arjuno. Lekas kami mendirikan tenda, sholat, kemudian istirahat untuk mengisi kembali energi yang terkuras. Good night, sobat!!
 Suasana di tengah-tengah Gunung Kembar

Jam menunjukkan pukul 01.00 WIB, tiba waktunya bagi kami untuk melanjutkan perjalanan ke puncak 3339 Mdpl. Seusai berkemas, dengan mata setengah redup kami kembali menapaki gunung di tengah dinginnya malam. Melihat di puncak sana sudah ada yang mengirim kode ‘lampu senter’ kami mempercepat langkah kaki untuk menyusul mereka.

Setelah 4 jam perjalanan, tepatnya pukul 05.00 WIB, kami sampai di puncak Gunung Arjuno. Desiran angin serasa menyapa setibanya kami di sana. Di atas, kami juga disambut dengan sunrise yang luar biasa indahnya di ufuk timur sana. Sungguh kami melihat kebesaran Tuhan dengan keindahan alamnya yang sangat menakjubkan.
 Sunrise di Puncak Arjuno

Tak ingin ketinggalan moment yang tak bisa dijumpai di sembarang tempat, kami mengabadikannya dengan lensa kamera. Melihat keindahan alam dari ketinggian 3339 Mpdl membuat rasa letih kami hilang seketika, berganti dengan rasa takjub dan air mata. Dan, Bunga Abadi yang memiliki nama latin Anaphalis Javanica yang kami angan-angan ketika masih awal perjalanan berada di sekeliling kami. Di ujung sana terbentang samudera awan yang menawan, membuat kami serasa terbang bebas di atasnya. Sungguh perjalanan yang panjang, namun sebanding dengan apa yang kami dapatkan.
Ada yang eksis dengan Bunga Abadi

Sobat!! Pendakian bukanlah perjalanan fisik, melainkan perjalanan hati, itulah yang kami rasakan. Puncak gunung memang sangat menawan, tapi di bawah sana banyak orang yang menanti kita kawan. Turunlah, temui mereka, dan berbahagialah!!



Kebersamaan di Atas Samudra Awan

Yakin, sobat tidak tertarik melihat indahnya alam Indonesia dari puncak Arjuno? Selamat mencoba dan sampai bertemu di puncak!!

*Sayangi alam kita dengan tidak membuang sampah di gunung dan memetik Bunga Edelwais.
Previous
Next Post »

3 komentar

Click here for komentar
14 Desember 2016 04.21 ×

Kapan aku ndaki Zak?

Reply
avatar
1 Januari 2017 21.05 ×

Kerenn ya, bisa naik gunung sama teman twman

Reply
avatar